Mengolah file besar di Wireshark ; editcap , capinfos, tshark
Januari 19, 2011 pukul 4:16 pm | Ditulis dalam Wireshark Experience | Tinggalkan komentarKaitkata: capinfos, editcap, i/o stats, protocol hierarchy, statistics, tshark, wireshark
Wireshark memang memiliki Graphical User yang cukup menawan, sehingga mempermudah kita sebagai pengguna untuk mencari informasi tentang statistic packet IO Graph, protocol distribution, dsb. Semuanya siap pakai di menu yang ada di dalam Wireshark.
Sayangnya, hal tersebut tidak dapat dimaanfatkan dengan maksimal apabila kita meng-load capture file yang besar. Pada saat kita menghadapi file yang sangat besar, hasil capture beberapa jam atau beberapa hari untuk trafik yang lumayan sibuk, walaupun kita hanya meng-save header nya sebanyak 64 bytes, file nya bisa membengkak menjadi lebih dari 200 MegaBytes !!
Di saat kita memakai Wireshark untuk membuka file tersebut, maka akan timbul masalah karena memory computer tidak cukup. Hal ini penulis alami, bahkan di computer dengan memory 2GB pun, kita tidak akan bisa membuka file dengan ukuran 450Mbytes. Sebelum saya mendapatkan file-file berukuran raksasa ini, saya hanya memanfaatkan wireshark saja, namun mau tidak mau, saat itu saya harus mencari cara lain untuk bisa membuka, bahkan melakukan analisa terhadap file-file raksasa tersebut.
Satu-satunya cara agar dapat melakukan analisa detail dari file besar, adalah kita harus bisa memecah file tersebut menjadi file-file yang lebih kecil, kemudian membuat statistic partial berdasarkan file-file yang lebih kecil tersebut.
Jawaban dari pertanyaan saya adalah perintah command line yang tersedia di wireshark, yang semuanya tersedia di directory \Program Files\Wireshark. Untuk mempermudah, saya memasukkan path dari wireshark tersebut ke PATH variable di system windows. Lanjutkan Membaca Mengolah file besar di Wireshark ; editcap , capinfos, tshark…
Menangkap Paket Blackberry Internet Service Melalui Wi-fi
Agustus 26, 2010 pukul 4:14 pm | Ditulis dalam Wireshark Experience | 3 KomentarKaitkata: BIS, blackberry, wireshark
Melihat cukup banyaknya komentar pada artikel sebelumnya (Mengapa Pemerintah India….), rasanya tidak tuntas apabila tidak dibahas secara lebih mendalam apa saja proses yang dilakukan oleh Blackberry saat berpindah koneksi ke Wifi.
Saya menggunakan BB Onyx, dan melakukan penangkapan paket memakai Wireshark pada Ubuntu 10.04. Pertama-tama saya matikan dahulu koneksi Wifi saya, untuk memastikan bahwa saya bisa menangkap proses awal dari koneksi BB ke Wifi. Setelah saya matikan Wifi, kemudian saya nyalakan Wireshark, dan baru saya nyalakan kembali Wifi di BB. ( HomeScreen > Manage Connections> Wi-Fi on atau Off )
Lanjutkan Membaca Menangkap Paket Blackberry Internet Service Melalui Wi-fi…
Mengapa Pemerintah India (atau manapun) Bermaksud Mem-block BlackBerry ?
Agustus 13, 2010 pukul 12:48 pm | Ditulis dalam Tutorial Jaringan, Wireshark Experience | 23 KomentarKaitkata: blackberry, onyx, RIM, sadap, tunnel, ubuntu, whois, wifi, wireshark
Beberapa saat yang lalu, di awal bulan Agustus, ada berita dari India bahwa pemerintah India bermaksud untuk memblock layanan Blackberry, yang juga diikuti oleh negara-negara Arab dan sekitarnya. Bahkan, beberapa hari setelah berita tersebut, terhembus isyu serupa di negara Indonesia, yang untungnya segera disangkal bahwa Blackberry tidak akan ditutup.
Terlepas adanya kemungkinan isyu politis yang berhembus bahwa hal tersebut dilatarbelakangi oleh vendor-vendor ‘musuh’ dari blackberry, secara teknologi saya tertarik untuk mencari lebih lanjut, apakah benar bahwa layanan blackberry memang tidak memungkinkan untuk disadap dan sangat secure.
Semua rekan-rekan pecinta jaringan dapat melakukan hal yang sama, dan tentunya, dengan memanfaatkan tools gratis kebanggan kita, yaitu Wireshark.
Lanjutkan Membaca Mengapa Pemerintah India (atau manapun) Bermaksud Mem-block BlackBerry ?…
Visio 2003 dengan Wine 1.2 di Ubuntu 10.04 pada VirtualBox 3.2.6 Sukses !
Agustus 2, 2010 pukul 11:55 am | Ditulis dalam Ubuntu | 1 KomentarKaitkata: ubuntu, virtual box, visio 2003, wine 1.2, winehq
Berhubung saya masih penasaran dengan kemampuan emulasi dari software Windows pada Linux, saya kembali mencoba untuk menginstall aplikasi yang saya sering gunakan sehari-hari, yaitu Visio 2003 Professional.
(Saat ini saya masih menggunakan Virtual Box 3.2.6 dengan Ubuntu 10.04 dengan Wine 1.1.42)
Tanpa panjang lebar, saya langsung mengambil installer nya, meng-copy nya ke hard disk dan menjalakan program setup.exe nya (harus dipastikan bahwa setup.exe memiliki executable flag).
Lanjutkan Membaca Visio 2003 dengan Wine 1.2 di Ubuntu 10.04 pada VirtualBox 3.2.6 Sukses !…
Menginstall Adobe Photoshop CS2 di atas Ubuntu 10.04 di dalam VirtualBox 3.2.6
Juli 31, 2010 pukul 8:49 pm | Ditulis dalam Ubuntu | 2 KomentarKaitkata: photoshop, ubuntu, virtualbox, virtualization, vmware, windows, wine
Beberapa hari yang lalu terlintas keinginan untuk mencoba Ubuntu 10.04 di Virtual Machine, karena penasaran dengan kemampuan WINE (Windows Emulator) pada Linux.
Pertama-tama saya mencoba menggunakan VMWare Workstation 7, namun setelah proses install Ubuntu selesai, ada problem yaitu keyboard tidak bisa berfungsi. Setelah baca di beberapa forum, memang issue tersebut benar adanya, dan diminta untuk memanfaatkan fitur on screen keyboard. Saya mencobanya, namun tetap saja kurang mulus, karena setiap kali booting saya harus menekan tombol alt+f7 untuk pindah ke layar X windows. Mungkin memang dibutuhkan patch pada vmware 7 supaya bisa menjalankan Ubuntu 10 dengan lancar.
Kebetulan di Windows XP saya, saya juga memasang Virtual Box. Berhubung virtual box adalah software gratis dari Sun (sekarang oracle), maka saya tidak ada kesulitan utk mengdownload versi terbaru nya dari web, sambil memastikan bahwa versi terbarunya sudah support ubuntu 10.
Saya segera mengdownload Virtual Box 3.2.6, dan menginstallnya, yang otomatis meng replace virtual box saya yang lama.
Proses instalasi Ubuntu berjalan lancar setelah mengcreate virtual machine yang sesuai (saya memasang memory 784mb). Hanya saja, pada saat instalasi mencapai tahapan language pack, saya sengaja skip karena internet saya tidak kondisi kencang. Namun demikian, ubuntu berhasil berjalan dengan sukses.
Sesudah instalasi ubuntu selesai dan saya berhasil login masuk, langkah berikutnya adalah saya install guest addition, yang secara otomatis sudah di mount oleh virtualbox.
Guest addition pun berjalan lancar, sehingga tidak ada masalah untuk mouse integration antara host os saya (winxp) dengan guest os(ubuntu).
Karena tujuan awal dari instalasi ubuntu ini adalah untuk mengetest WINE, maka saya segera buka synaptics untuk mencari software wine dan menginstallnya.
Lumayan lama proses download untuk software wine beserta aplikasi pendukungnya, kira2 memakan 30 menit karena internet kebetulan sedang super lambat.
Selama ini saya memang belum pernah pengalaman dengan WINE, sehingga cukup terkagum-kagum dengan hasil instalasinya, karena ada mapping drive c:, programs folder, registry editor, emulasi direct3d, dsb.
Tanpa panjang lebar, saya aktifkan fitur shared folders dari virtual box, sehingga saya bisa meng mount folder di hard disk host os winxp saya sebagai salah satu folder di guest os ubuntu, dengan mount -t vboxsf xxx /home/xxxx dengan tujuan untuk mengujicoba beberapa aplikasi windows based.
Proses mount berhasil, dan akhirnya saya coba jalanlan beberapa program kecil exe berukuran kurang dari 1 megabyte, dan alhasil semua lancar.
Langsung saja saya teringat aplikasi yang lumayan berat dan kebetulan masih ada installernya yaitu adobe photoshop cs2. Saya pun bertanya2, apa software berat seperti photoshop juga mampu diemulasikan oleh wine.
Proses setup photoshop berjalan mulus tanpa ada masalah sama sekali.
Begitu selesai, saya langsung jalankan, dan alhasil … Sukses berjalan !!! Saya coba beberapa fitur filter, semua berjalan lancar.
Jadi.. Mantap juga, tidak perlu khawatir lagi aplikasi windows sebagian besar sudah bisa dijalankan di atas ubuntu dengan wine.
Kesimpulannya, kombinasi : virtual box 3.2.6, ubuntu 10.04, wine 1.1.42, photoshop cs2, bisa berjalan lancar !!!!
Mudah-mudahan lain waktu saya akan tulis lengkap proses instalasi nya sehingga ada gambaran buat yang belum pernah mengotak-atik Ubuntu.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

