Mengenal Switch (Ethernet Switch) part 1

Januari 22, 2008 pukul 3:45 pm | Ditulis dalam Tutorial Jaringan | 15 Komentar
Tag: , , ,

Artikel ini kesannya agak lucu dan aneh. Kita tahu bahwa semua pembaca pasti sudah tahu tentang switch. Penjelasan dari wikipedia tentang switch ;”A network switch is a computer networking device that connects network segments”. Menghubungkan segmen? Apa yang dimaksud dengan ‘segmen’ di sini ? Sebetulnya switch memang merupakan pengembangan lanjutan dari ‘bridge’. Jaman dulu, orang menggunakan bridge untuk menghubungkan segmen jaringan dengan topologi yang berbeda-beda atau sama. Hanya saja, di saat sekarang kita tahu bahwa network switch digunakan untuk menghubungkan komputer satu dengan yang lainnya.

Tentu saja switch bisa digunakan juga untuk menghubungkan switch satu dengan switch lainnya, untuk memperbanyak jumlah port, atau memperluas jangkauan dari jaringan (misalkan ada satu gedung dengan gedung yang lainnya). Bahkan apabila kita melihat ke berbagai vendor network equipment, berbagai switch dipecah ke level berbeda seperti core, aggregation dan access. Pemisahan berbagai level ini dikarenakan setiap level dimaksudkan untuk fungsi yang berbeda. Tapi di artikel ini kita tidak bahas khusus tentang hal tersebut.

Lalu ada lagi istilah layer-3 switch dan multi-layer switch. Bagi pemula, kita akan bingung dengan terminologi-terminologi tersebut. Pada dasarnya, istilah layer-3 switch adalah switch yang memiliki router di dalamnya (router terletak di layer-3 pada OSI Layer). Sedangkan multi-layer switch intinya adalah layer-3 switch, hanya saja memiliki fitur-fitur tambahan untuk memproses informasi pada OSI layer-4 dan seterusnya. Lebih lanjut tentang hal ini akan dibahas di bagian VLAN dan OSI Layer.

Switch yang beredar di pasaran terdiri dari dua jenis, yaitu unmanaged (tidak dapat di-manage) dan managed.

Unmanaged Switch ; keuntungan dan kerugiannya

Unmanaged switch adalah switch yang tidak dapat di-manage… maksudnya adalah switch tersebut pada saat kita membelinya, hanya bisa kita nyalakan dan tancap semua kabel UTP ke switch tersebut, dan sudah berfungsi dengan baik. Unmanaged switch biasanya dipilih oleh pengguna-pengguna yang memang tidak ingin ‘dipusingkan’ oleh konfigurasi peralatan jaringan, karena sekedar plug-and-play. Selain mudah dipasang, tentu saja karena tidak adanya modul management di dalam switch, harga dari switch tersebut akan lebih rendah dibandingkan switch yang managed.

Namun, apabila terjadi masalah dengan jaringan kita, kita tidak akan bisa melakukan troubleshooting dengan mudah, karena memang switch nya tidak bisa diapa-apakan😀.

Apa sih contoh masalah yang paling sering terjadi ??? Dari beberapa pengalaman pemakai, problem yang paling sering terjadi di antaranya ip address conflict, tidak bisa connect, virus jaringan, dll. 

IP address conflict, mestinya sering terjadi, dan apabila jaringan sudah mulai tersebar di berbagai area, akan sangat susah melakukan troubleshooting komputer mana yang menyebabkan masalah tersebut. Problem seperti ini jangan dianggap remeh, karena bisa saja seseorang di jaringan kita iseng-iseng mengganti IP nya dengan IP address server, atau router kita. Nah, kalau sudah terjadi seperti itu, bisa-bisa seluruh jaringan kita akan mengalami masalah besar !!😀

Tidak bisa connect…. biasanya terjadi dengan beberapa tipe network card tertentu yang tidak kompatibel dengan switch. Ini kemungkinan disebabkan karena adanya kegagalan proses autonegotiation antara si switch dengan network card. Jika kita menggunakan managed switch, kita masih bisa melakukan setting terhadap speed nya atau half duplex/full duplexnya. Tetapi dengan unmanaged, tentunya hal ini tidak bisa dilakukan.

Virus jaringan …. Apa ada di antara kita yang belum pernah ‘kebagian’ virus jaringan ini ??? Mestinya semua sudah pernah mengalaminya. Virus jaringan… lebih tepatnya kita sebut dengan virus/spy-ware yang memanfaatkan jaringan untuk melakukan proses pengembang-biakannya, akan sangat merepotkan jaringan kita, dan sering kali membuat seluruh switch menjadi mati total !! Tentu saja penulis tidak bermaksud menyatakan bahwa dengan managed switch hal ini akan teratasi. Namun dengan adanya managed switch, kita bisa memanfaatkan fitur-fitur yang ada di dalam switch tersebut seperti membatasi besarnya paket yang keluar dari suatu komputer, atau menyalakan fitur Quality of Service yang bisa memprioritaskan paket-paket tertentu di jaringan.

15 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. keren dah postingannya😀

  2. Terima kasih🙂 Semoga saya makin rajin nulis-nulis juga hehe

  3. bagus sekali …… bagaimana sich agar aq bisa sperti anda……..(terimakasih)

  4. top mas ………. postingnya,,,,. gmn caranya……… thanks…

  5. hai.. Aku punya situs Tutorial Mikrotik. Isinya tentang Kuliah Mikrotik. Silahkan mampir ya kalo ada waktu..🙂

  6. Mas numpang tanya kl IP address conflict, spt yang mas ceritakan
    “ada seseorang di jaringan kita iseng-iseng mengganti IP nya dengan IP address server, atau router kita.Nah, kalau sudah terjadi seperti itu, bisa-bisa seluruh jaringan kita akan mengalami masalah besar” itu maksudnya gmn mas masalah besar spt apa mas bisa tolong saya.

    Terima Kasih

    • hehe.. Contoh masalah besar, misalnya ada 10 komputer dan 1 server, salah satu dari 10 komputer tersebut IP nya diubah menjadi ip dari server, otomatis 9 komputer yang lain kan tidak bisa konek ke server ? Atau ada salah satu komputer di jaringan yang IP nya diubah menjadi ip router internet, otomatis satu kantor kan tidak akan bisa main internet. Walaupun secara teknis, tergantung host mana duluan yang hidup di jaringan maka dia yang bertahan, tetapi hal-hal seperti yang saya sebutkan di atas masih sangat mungkin terjadi

  7. im confused…..

    • oh? confused ? why?

  8. Routers, Manageable Switch, LAN, IP Addressing & Subnetting serta Troubleshooting PC&Billing,.,. ( adoohh susah bgt mencariNya dan di pelajari )

    Tlg dibantu dunk kawan ajarin dasar2x prakteknya ( Bagi sapa Aj )dan cara2x utk mengetahui dan mempelajari khusus-nya Org pemula sprt saya,.,

    saya lg mau belajar mengetahui banyak dunia IT ( Khususnya bidang Jaringan )

    Trima kasih ya mas,.,
    salam super,.,.

  9. pengen belajar jaringan komputer, masih remang nih ama yang namanya jaringan
    dulu belajar teori tentang jaringan pusing banget.

  10. Mau naya neh mas, gimana cara setting manage switch untuk menhindari IP conflict??? (mensetting 1 komputer 1 ip address)
    makasih…

    • Halo salam kenal,
      Untuk menghindari IP conflict memang tidak mudah, pak🙂 Disarankan untuk menggunakan DHCP server. NAMUN, dalam kondisi tertentu, memang user bandel masih saja bisa mengubah IP Address.
      Hal ini bisa ditangani apabila switch managed yang bapak miliki memiliki fitur-fitur seperti hardware filtering. Dengan fitur ini, kita bisa memblok agar hanya IP tertentu saja yang bisa masuk ke port tertentu saja. Otomatis, apabila ada user yang mengganti IP dengan manual, maka tidak bisa masuk ke system. Fitur ini biasanya disebut dengan dhcp snooping.
      Silakan dicek dengan switch yang Bapak miliki…
      Thanks

  11. muantap banget tulisanya.
    saya udah pernah mencoba tutorial yang mas bikin dan berhasil dengan mantap komputer di rumah saya konek semua ke internet.
    tiba tiba komputer SERVER saya mati,terus saya ganti tuh server dengan komputer lain.
    tapi kenapa ya komputer client ga bisa konek ke internet padahal sudah saya setting seperti semula.kabel sudah saya cek, hub juga sudah di cek semua nya normal.mohon pencerahanya ya mas …..!

  12. Terima Kasih.. Aku ada tugas Komputer bisa melihat web ini.. :DD


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: