Fitur Loop Detection untuk mencegah Looping di Layer 2

Februari 26, 2010 pukul 11:44 am | Ditulis dalam Tutorial Jaringan | 2 Komentar
Tag: , , , ,

Sekitar pertengahan tahun lalu, saya juga menulis artikel berjudul “Broadcast Storm Control ā€“ a network savior for looping”. Pada saat itu, fitur broadcast storm memang cukup menolong dalam beberapa instalasi jaringan yang saya alami. Looping memang masih bisa terjadi, walaupun dengan fitur tersebut, maka CPU utilization tidak akan mencapai 100% sehingga switch masih bisa bekerja melayani proses switching. Bagi yang belum membaca artikel di atas, mungkin bisa dengan mudah mengatakan, kenapa tidak mengaktifkan saja fitur Rapid Spanning Tree untuk mencegah looping ? Tentu saja tidak semudah itu, karena RSTP hanya berjalan pada switch yang mendukung RSTP atau STP. Apa yang terjadi apabila ada banyak switch yang unmanaged, atau tidak mendukung STP, namun ada user yang dengan ‘sengaja’ maupun tidak sengaja menancapkan kabel UTP dari salah satu port menuju port lain nya di VLAN yang sama di switch yang sama ? Tentu akan terjadi looping, bukan ?

Di awal tahun 2009, saya mendapatkan sebuah update tentang adanya fitur Loop Detection di switch dengan operating system AlliedWarePlus ( x900, x600 dan SB-x908 ). Cukup menarik, karena fitur tersebut mengeluarkan paket LDF ( Loop Detection Frame ) ke semua port, dan apabila frame tersebut ‘kembali’ diterima oleh switch yang sama pada port yang berbeda, maka akan disimpulkan bahwa terjadi looping pada switch tersebut.

Cara mengaktifkan fitur loop detection pun sangat mudah, yaitu dengan mengetik :

awplus(config)# loop-protection loop-detect [ldf-interval<period>] [ldf-rx-window <frames>]

Di mana ldf-interval adalah setiap berapa detik switch akan mengirimkan paket LDF, sedangkan ldf-rx-window adalah menunjukkan jumlah frame LDF yang diterima untuk memutuskan switch untuk mengambil action karena terjadi loop pada jaringan.

Ada beberapa action yang bisa diambil, dapat dilihat dari command line parameter berikut :

awplus(config-if)# loop-protection action {learn-disable|linkdown|log-only|port-disable|vlan-disable|none}
(perintah diketik pada config-interface, bukan config global !)

Secara default, switch akan memilih action vlan-disable pada semua port nya.

Pada uji coba sederhana, dipergunakan 2 buah switch, yaitu 1 buah switch x900-24XT dan switch lainnya. Switch yang kedua berfungsi seolah-olah sebagai unmanaged switch, yang tidak bisa dikonfigurasi dengan apapun.


Dalam percobaan yang pertama, kabel #1 dipasang, setelah itu kabel #2 sengaja dipasang untuk menciptakan loop. Setelah beberapa saat, maka port #2 akan diblocking, sehingga loop tidak terjadi, dan PC A dapat terus mengakses ke PC B tanpa ada masalah.

Dalam percobaan kedua, pada switch kedua diloop kabel dari satu port ke port yang lain pada switch yang sama. Setelah beberapa saat, maka PC A tidak bisa berkomunikasi dengan PC B, namun PC A tetap bisa mengakses switch x900, karena kabel yang menghubungkan x900 ke switch kedua mengalami blocking secara otomatis.

Dengan adanya fitur ini, saya cukup yakin akan banyak membantu dalam implementasi switching di jaringan manapun, karena looping pada layer 2 adalah hal yang sangat susah untuk ditelusuri, dan amat mudah bisa terjadi, terutama apabila banyak port-port terbuka yang tidak secara administratively disabled.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. thank u, mean to me!!!

  2. pak dosen.saya mau belajar linux dan jaringan tapi belum pernah nyentuh linux.apa yg harus saya perbuat untuk langkah2 dasar menuju kesanatolong kirim saran ke email saya.neocell@yahoo.com trim,s.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: