Menginstall Adobe Photoshop CS2 di atas Ubuntu 10.04 di dalam VirtualBox 3.2.6

Juli 31, 2010 pukul 8:49 pm | Ditulis dalam Ubuntu | 2 Komentar
Tag: , , , , , ,

Beberapa hari yang lalu terlintas keinginan untuk mencoba Ubuntu 10.04 di Virtual Machine, karena penasaran dengan kemampuan WINE (Windows Emulator) pada Linux.
Pertama-tama saya mencoba menggunakan VMWare Workstation 7, namun setelah proses install Ubuntu selesai, ada problem yaitu keyboard tidak bisa berfungsi. Setelah baca di beberapa forum, memang issue tersebut benar adanya, dan diminta untuk memanfaatkan fitur on screen keyboard. Saya mencobanya, namun tetap saja kurang mulus, karena setiap kali booting saya harus menekan tombol alt+f7 untuk pindah ke layar X windows. Mungkin memang dibutuhkan patch pada vmware 7 supaya bisa menjalankan Ubuntu 10 dengan lancar.
Kebetulan di Windows XP saya, saya juga memasang Virtual Box. Berhubung virtual box adalah software gratis dari Sun (sekarang oracle), maka saya tidak ada kesulitan utk mengdownload versi terbaru nya dari web, sambil memastikan bahwa versi terbarunya sudah support ubuntu 10.
Saya segera mengdownload Virtual Box 3.2.6, dan menginstallnya, yang otomatis meng replace virtual box saya yang lama.
Proses instalasi Ubuntu berjalan lancar setelah mengcreate virtual machine yang sesuai (saya memasang memory 784mb). Hanya saja, pada saat instalasi mencapai tahapan language pack, saya sengaja skip karena internet saya tidak kondisi kencang. Namun demikian, ubuntu berhasil berjalan dengan sukses.
Sesudah instalasi ubuntu selesai dan saya berhasil login masuk, langkah berikutnya adalah saya install guest addition, yang secara otomatis sudah di mount oleh virtualbox.
Guest addition pun berjalan lancar, sehingga tidak ada masalah untuk mouse integration antara host os saya (winxp) dengan guest os(ubuntu).
Karena tujuan awal dari instalasi ubuntu ini adalah untuk mengetest WINE, maka saya segera buka synaptics untuk mencari software wine dan menginstallnya.
Lumayan lama proses download untuk software wine beserta aplikasi pendukungnya, kira2 memakan 30 menit karena internet kebetulan sedang super lambat.
Selama ini saya memang belum pernah pengalaman dengan WINE, sehingga cukup terkagum-kagum dengan hasil instalasinya, karena ada mapping drive c:, programs folder, registry editor, emulasi direct3d, dsb.
Tanpa panjang lebar, saya aktifkan fitur shared folders dari virtual box, sehingga saya bisa meng mount folder di hard disk host os winxp saya sebagai salah satu folder di guest os ubuntu, dengan mount -t vboxsf xxx /home/xxxx dengan tujuan untuk mengujicoba beberapa aplikasi windows based.
Proses mount berhasil, dan akhirnya saya coba jalanlan beberapa program kecil exe berukuran kurang dari 1 megabyte, dan alhasil semua lancar.
Langsung saja saya teringat aplikasi yang lumayan berat dan kebetulan masih ada installernya yaitu adobe photoshop cs2. Saya pun bertanya2, apa software berat seperti photoshop juga mampu diemulasikan oleh wine.
Proses setup photoshop berjalan mulus tanpa ada masalah sama sekali.
Begitu selesai, saya langsung jalankan, dan alhasil … Sukses berjalan !!! Saya coba beberapa fitur filter, semua berjalan lancar.
Jadi.. Mantap juga, tidak perlu khawatir lagi aplikasi windows sebagian besar sudah bisa dijalankan di atas ubuntu dengan wine.
Kesimpulannya, kombinasi : virtual box 3.2.6, ubuntu 10.04, wine 1.1.42, photoshop cs2, bisa berjalan lancar !!!!
Mudah-mudahan lain waktu saya akan tulis lengkap proses instalasi nya sehingga ada gambaran buat yang belum pernah mengotak-atik Ubuntu.

Photoshop di Ubuntu di VirtualBox

Menangkap Paket Wireless dengan Wireshark

Juni 3, 2010 pukul 12:59 pm | Ditulis dalam Tutorial Jaringan | 19 Komentar
Tag: , , , , , , , ,

Apabila kita mau menangkap paket wireless, kita harus menggunakan operating system Linux agar wireless card kita dapat di set untuk menangkap semua paket yang sedang beredar dan didengar oleh wireless card. Hal ini tidak memungkinkan di Windows, karena adanya pencegahan untuk akses low-level driver, sehingga kita hanya bisa menangkap paket-paket yang ditujukan hanya ke komputer kita saja.

Saya mencoba menggunakan Linux distro Ubuntu 10.04 LTS ( menggunakan LiveUSB persistence mode, sehingga saya bisa booting ke USB, namun perubahan-perubahan dapat disimpan ke USB). Sekedar mempermudah buat teman-teman yang awam Linux, untuk membuat LiveUSB cukup mudah, karena sudah disediakan fitur nya di Ubuntu 10.04 LTS.

Tulisan ini dititikberatkan pada masalah capture Wireshark pada wireless, jadi apabila ada masalah dari segi Ubuntu atau wireless card nya, silakan cari bantuan di forum-forum Linux Ubuntu, karena saya bukan expert Ubuntu 🙂 Continue Reading Menangkap Paket Wireless dengan Wireshark…

Fitur Loop Detection untuk mencegah Looping di Layer 2

Februari 26, 2010 pukul 11:44 am | Ditulis dalam Tutorial Jaringan | 2 Komentar
Tag: , , , ,

Sekitar pertengahan tahun lalu, saya juga menulis artikel berjudul “Broadcast Storm Control – a network savior for looping”. Pada saat itu, fitur broadcast storm memang cukup menolong dalam beberapa instalasi jaringan yang saya alami. Looping memang masih bisa terjadi, walaupun dengan fitur tersebut, maka CPU utilization tidak akan mencapai 100% sehingga switch masih bisa bekerja melayani proses switching. Bagi yang belum membaca artikel di atas, mungkin bisa dengan mudah mengatakan, kenapa tidak mengaktifkan saja fitur Rapid Spanning Tree untuk mencegah looping ? Tentu saja tidak semudah itu, karena RSTP hanya berjalan pada switch yang mendukung RSTP atau STP. Apa yang terjadi apabila ada banyak switch yang unmanaged, atau tidak mendukung STP, namun ada user yang dengan ‘sengaja’ maupun tidak sengaja menancapkan kabel UTP dari salah satu port menuju port lain nya di VLAN yang sama di switch yang sama ? Tentu akan terjadi looping, bukan ?

Di awal tahun 2009, saya mendapatkan sebuah update tentang adanya fitur Loop Detection di switch dengan operating system AlliedWarePlus ( x900, x600 dan SB-x908 ). Cukup menarik, karena fitur tersebut mengeluarkan paket LDF ( Loop Detection Frame ) ke semua port, dan apabila frame tersebut ‘kembali’ diterima oleh switch yang sama pada port yang berbeda, maka akan disimpulkan bahwa terjadi looping pada switch tersebut. Continue Reading Fitur Loop Detection untuk mencegah Looping di Layer 2…

Menjelajah Internet secara Anonim dengan TOR (The Onion Router)

Februari 10, 2010 pukul 3:45 pm | Ditulis dalam Tutorial Jaringan | 8 Komentar
Tag: , , ,

Pada saat saya mencoba mencari informasi bagaimana mem-bypass internet blocking, saya mendapatkan informasi tentang project TOR ( The Onion Router), yang secara detail bisa dilihat di www.torproject.org.

Sekilas kalimat dari website TOR :

Tor is free software and an open network that helps you defend against a form of network surveillance that threatens personal freedom and privacy, confidential business activities and relationships, and state security known as traffic analysis.

Tor protects you by bouncing your communications around a distributed network of relays run by volunteers all around the world: it prevents somebody watching your Internet connection from learning what sites you visit, and it prevents the sites you visit from learning your physical location. Tor works with many of your existing applications, including web browsers, instant messaging clients, remote login, and other applications based on the TCP protocol.

Saya cukup terkejut karena ternyata konsep Onion Router sudah ada sejak tahun 2002, dan akhirnya pada Januari 2010, ada Stable Release untuk software TOR tersebut. Continue Reading Menjelajah Internet secara Anonim dengan TOR (The Onion Router)…

Menjelajah Internet secara Anonim ( Kantor Anda mem-block facebook ? Baca artikel ini! )

Februari 10, 2010 pukul 3:18 pm | Ditulis dalam Tutorial Jaringan | 1 Komentar
Tag: , , , , , , ,

Apabila Anda ingin melakukan browsing secara anonym, di mana IP Address asli dari computer Anda tidak ingin diketahui, karena suatu alasan tertentu, cara paling mudah adalah menggunakan jasa dari proxy gratis yang bertebaran di dunia Internet.

Salah satu penyedia jasa proxy anonym yang sering saya pakai pada saat tulisan ini dibuat ( site tersebut masih aktif ) adalah http://www.ztunnel.com

Setelah kita masuk ke website tersebut, tinggal kita ketik saja URL yang Anda inginkan ke dalam kotak dan dalam sekejap, website tersebut akan nampang di browser Anda… tapi tentu saja dengan sedikit embel-embel iklan di bagian atas. Tentu saja, web site tersebut tidak menyediakan layanan gratis, sehingga perlu ditopang oleh iklan-iklan yang dipasang di sana.

Apabila suatu saat www.ztunnel.com tersebut diblock, atau mungkin sudah tidak aktif, maka tidak perlu takut, sebab ada sebuah website yang membantu kita untuk mencari tahu proxy-proxy yang masih aktif di seluruh dunia. Yup, website itu adalah http://www.freeproxies.org dari sini dengan mudah kita bisa masuk ke penyedia jasa proxy gratis yang tersebar di Internet.

www.vtunnel.com , juga menyediakan jasa serupa, bahkan memiliki SSL, sehingga tidak mungkin data kita bisa terbaca oleh orang-orang jail di sekitar kita ( contoh apabila anda di Warnet dan ada yang meng-sniff menggunakan wireshark ). Tapi tentu saja, kecepatan SSL akan lebih rendah dibandingkan browsing seperti biasa.

Dengan adanya website-website yang menyediakan jasa proxy seperti ini, maka akan amat mudah untuk mengelabui network administrator yang suka mem-block jaringan ( contoh, memblock facebook.com supaya tidak bisa diakses ). Karena, dengan mudah kita bisa masuk ke web site manapun melalui proxy terlebih dahulu.

Namun, di sisi positifnya, website proxy akan membantu developer dalam membangun sebuah website, karena seolah-olah koneksi yang masuk ke website berasal dari IP address yang berbeda, juga bisa melihat response time apabila website tersebut diakses dari luar negeri.

« Laman SebelumnyaLaman Berikutnya »


Entries dan komentar feeds.